selamat datang di blog soelist..!!!
semoga bermanfaat ya..!!!
Jumat, 16 Januari 2015
Pengaruh Teknologi Terhadap Perkembangan Remaja
Teknologi
yang sebenarnya merupakan alat bentulekstensi kemampuan diri manusia. Dewasa
ini, telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru `membelenggu’ perilaku
dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena
ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang
makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang
rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi
terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.
Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari
kehidupan masyarakat terutama para remaja. Berbagai informasi yang terjadi di
berbagai belahan dunia kini telah dapat langsung kita ketahui berkat kemajuan
teknologi (globalisasi). Kalau dahulu kita mengenal kata pepatah “dunia tak
selebar daun kelor”, sekarang pepatah itu selayaknya berganti; dunia saat ini
selebar daun kelor, karena cepatnya akses informasi di berbagai belahan dunia
membuat dunia ini seolah semakin sempit dikarenakan kita dapat melihat apa yang
terjadi di Negara maju misalnya Amerika, meskipun kita berada di Indonesia.
Dalam
hal ini orang tua harusnya mengerti kondisi kejiwaan anak, terutama para
remaja. Menurut para ahli psikologi masa remaja merupakan masa yang paling
rentan dalam perkembangan kejiwaan anak. Pada usia remaja ini, anak telah
meninggalkan usia kanak-kanak dimana mereka tidak dapat disebut lagi sebagai
anak kecil, tapi juga belum bisa di terima dalam kelompok orang dewasa. Pada
masa ini anak telah mulai mencari-cari siapa dirinya sebenarnya, berusaha untuk
menemukan kelompok atau teman-teman yang mau mengakui kemampuan dan menghargai
dirinya dan telah mulai memiliki minat terhadap lawan jenis (minat seksual).
Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, dan bisa saja dalam proses
pencarian jati diri itu remaja tersebut melalui jalan yang benar atau jalan yang
salah.
Al-Quran dan
Hadist telah memberi garis panduan umum berhubungan dengan kemahiran kedua
orang tua dalam pendidikan anak-anak. Orang tua adalah pemimpin dalam
keluarga. Sebagai pemimpin keluarga, mereka perlu mengetahui dan menguasai
kemahiran tertentu. Antara panduan kemahiran kedua orang tua yang digariskan
oleh Islam ialah:
a.
Orang tua hendaklah berlaku adil, menjaga kebajikan dan suka memaafkan ahli
keluarganya.
(Surah
Al-Nahl:90)
b.
Bersikap lemah lembut dan memberi pertolongan dan bimbingan. Kalau
kekerasan digunakan, maka orang akan menjauhkan diri dari kita.
(Surah
Ali’-imran:159)
c.
Orang tua jangan menjadi kecewa dengan tingkahlaku anaknya dan anak pula
jangan menjadi sengsara karena perbuatan orang tuanya.
(Surah
Al-Baqarah:233)
d.
Rasulullah saw. bersabda: “Seorang mukmin yang paling sempurna
imannya ialah mereka yang berakhlak mulia dan berlemah lembut
dengan ahli keluarganya.”
(Riwayat
Al-Tirmizi dan Al-Hakim)
Itulah
kemajuan ilmu pengetahuan, terutamanya teknologi di bidang informasi, yang
telah mengiring umat manusia menjadi suatu kesatuan, diantaranya yang sudah tidak
asing lagi bagi kita yakni; TV, Hand Phone dan Internet. Inilah yang menyajikan
kepada kita kekuatan daya imajinasi dan teknologi komunikasi yang memungkinkan
tersebarnya informasi dalam kualitas yang hampir sempurna dalam waktu yang
sangat cepat.
Dengan internet, akan mempermudah akses informasi. Internet saat ini bukanlah barang mewah lagi, atau barang antik. Internet saat ini sudah menjadi menu budaya manusia sehari-hari. Bila kita dapat mengejar dan mampu menguasainya, bahkan buta dan tak mampu menangkap arah zaman, niscaya kita akan menjadi sasaran Globalisasi mereka yang menguasai teknologi, dan kita akan dianggap mereka dengan sebutan “Gaptek”.
Mereka menyalahgunakan fungsi teknologi yang berkembang saat ini. Dengan internet, seorang dapat melakukan apa saja, kejahatan dalam teknologi makin merajalela, budaya-budaya asing yang tidak normatif mudah kita dapat, sehingga sangat mudah untuk mempengaruhi budaya-budaya lokal. Dan akhirnya, akan mengeliminasi budaya lokal dan lebih mengunggulkan budaya-budaya baru yang tidak normatif. Dengan adanya internet saat ini,generasi bangsa kita khususnya pemuda mengalami degradasi moral. Karena para pemuda/pelajar pengguna jaringan teknologi informasi (Internet) tidak mengakses suatu hal yang sewajarnya. Mereka telah memanfaatkan dengan menyalahgunakan kecanggihan teknologi dengan mengakses galery-galery yang bernuansa porno, yang semuanya itu tidaklah wajar bagi para pengguna khususnya para anak muda untuk memanfaatkan dengan menyaksikan tayangan-tayangan budaya asing yang tidak normatif. Dan itu telah merusak generasi kita. Kalau boleh dikatakan, hampir 50 % setiap pengguna kecanggihan teknologi memanfaatkannya dengan mengakses sesuatu yang tidak sewajarnya.
Dengan internet, akan mempermudah akses informasi. Internet saat ini bukanlah barang mewah lagi, atau barang antik. Internet saat ini sudah menjadi menu budaya manusia sehari-hari. Bila kita dapat mengejar dan mampu menguasainya, bahkan buta dan tak mampu menangkap arah zaman, niscaya kita akan menjadi sasaran Globalisasi mereka yang menguasai teknologi, dan kita akan dianggap mereka dengan sebutan “Gaptek”.
Mereka menyalahgunakan fungsi teknologi yang berkembang saat ini. Dengan internet, seorang dapat melakukan apa saja, kejahatan dalam teknologi makin merajalela, budaya-budaya asing yang tidak normatif mudah kita dapat, sehingga sangat mudah untuk mempengaruhi budaya-budaya lokal. Dan akhirnya, akan mengeliminasi budaya lokal dan lebih mengunggulkan budaya-budaya baru yang tidak normatif. Dengan adanya internet saat ini,generasi bangsa kita khususnya pemuda mengalami degradasi moral. Karena para pemuda/pelajar pengguna jaringan teknologi informasi (Internet) tidak mengakses suatu hal yang sewajarnya. Mereka telah memanfaatkan dengan menyalahgunakan kecanggihan teknologi dengan mengakses galery-galery yang bernuansa porno, yang semuanya itu tidaklah wajar bagi para pengguna khususnya para anak muda untuk memanfaatkan dengan menyaksikan tayangan-tayangan budaya asing yang tidak normatif. Dan itu telah merusak generasi kita. Kalau boleh dikatakan, hampir 50 % setiap pengguna kecanggihan teknologi memanfaatkannya dengan mengakses sesuatu yang tidak sewajarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)